Pagi ini saya menghadiri sidang Tugas Akhir seorang sahabat. Hmm…menonton sidang sahabat saya ini, membuat mental saya rada down juga, "Duh nanti saya sidang gimana ya? Mana TA begini-begini saja lagi?", ya begitulah yang terlintas di benak ketika menyaksikan sahabat saya ini diberondong pertanyaan oleh dosen penguji. Jawaban pertanyaan sebelumnya belum selesai benar, pertanyaan berikutnya sudah menyusul. Saya saja yang menonton jadi grogi, apalagi sahabat saya itu. Tentunya lebih grogi.
Fiuhh…dua jam akhirnya berakhir sudah. Lama ya sidang di sana? Di Elektro berapa lama ya? Rasanya tidak selama itu. Saya dan sahabat saya keluar ruangan dengan hati harap-harap cemas. Terus terang melihat sidang tadi, optimisme saya terhadap hasil sidang tadi menipis. Alhamdulillah perasaan saya tidak benar. Sahabat saya dinyatakan lulus. Resmi sudah sahabat saya jadi S.Si. Saya lihat matanya sedikit memerah dan berkaca-kaca.
Tapi, salut juga untuk sahabat saya yang satu ini. Ketenangannya itu luar biasa. Mungkin kalau saya dalam posisi beliau, saya akan lebih panik. Hmm…jadi teringat perbincangan singkat di telpon dua malam sebelum sahabat saya ini sidang.
"Gimana persiapan sidangnya?" tanyaku di telpon.
"Tadi sudah sempat latihan dengan dosen pembimbing. Disuruh banyak belajar lagi." jawab sahabatku dengan tenang.
"Wah…kayaknya deg-degan nih mau sidang?"
"Deg-degan sih ya pasti adalah. Tapi, mencoba berpikir positif saja. Lagipula ini kan baru sidang Sarjana aja, belum sidang sesungguhnya."
"Lho? Memangnya masih ada sidang lagi?"
"Ya kalo dibandingkan dengan sidang di Hari Akhir nanti kan belum apa-apanya" jawab sahabatku dengan ringan tetapi mantap.
Iya. Sahabatku itu benar. Kesulitan apapun yang kita hadapi di dunia ini, masihlah tidak ada apa-apanya dengan kesulitan yang akan kita hadapi di Hari Akhir nanti. Sidang untuk mempertanggung jawabkan penelitian Tugas Akhir, jelas tidak ada apa-apanya dibandingkan sidang pertanggungjawaban atas kehidupan kita di dunia ini nanti.
Jika seorang mahasiswa mempersiapkan sidang Tugas Akhirnya sejak berbulan-bulan sebelumnya, maka tentunya seorang manusia harus mempersiapkan sidang Hari Akhirnya dengan jauh lebih baik lagi. Jauh lebih serius.
Jadi, sudahkah kita menyiapkan diri untuk sidang itu?