Ika Budhyardjo

September 17, 2007

Matahari

Filed under: Uncategorized

…tetes air mata mengalir di sela derai tawa
selamanya kita tak akan berhenti mengejar
matahari…
(Dikutip dari “Mengejar Matahari”)

Matahari
Makhluk Allah swt. yang tiada pernah lelah memberi
Matahari merelakan dirinya terbakar terus menerus
karena ia tak ingin berhenti memberi kehidupan
Kehangatan yang diberikannya telah memungkinkan
segala makhluk di muka bumi ini merasakan hidup
Dan Sang Matahari tidak menuntut pamrih atas apa yang telah ia beri
Ia terus bersinar sepanjang waktu walaupun mungkin ia tahu
bahwa sangat sedikit manusia yang bersyukur pada Rabb-nya

Dan hari-hari itu telah berlalu
Berlalu sudah detik-detik berharga yang barulah kusadari nilainya sekarang,
setelah Sang Detik pergi meninggalkan jejak-jejak aneka warna
pada lembar kanvas kehidupanku
Masih kuingat hari itu
Diiringi senyuman mentari pagi di sebuah rumah Allah
Aku dipertemukan dengan keluarga baruku
Subhanallah…luar biasa!
Sebelas saudara baru dan seorang bunda yang luar biasa

Derai tawa yang mengalir silih berganti dengan keharuan dan gemetar jiwa
Perjalanan-perjalanan dan petualangan-petualangan kecil yang kita jalani bersama
Belajar saling memahami, berbagi, mengingatkan
Bahkan kekonyolan-kekonyolan yang seringkali mengundang senyuman jika mengingatnya
Telah membuat hidupku menjadi lebih kaya warna bersama mereka

Lama aku memandangi jejak-jejak kita
Dan penyesalan pun menyergap, menyesakkan ruang jiwa
Aku telah melewatkan waktu-waktu berharga itu begitu saja
Seringkali tanpa bersyukur atas nikmat itu
Seringkali tanpa harapan untuk kembali ke masa itu
Seringkali tanpa kehati-hatian dalam bertutur dan berlaku
Seringkali tanpa kelapangan hati menerima kekurangan dan mengulurkan tangan
Seringkali tanpa keinginan untuk memberikan yang terbaik dari diri ini
bahkan untuk sekedar memberikan senyuman terbaik

Sepatah kata maaf tentu tidak akan mampu mengembalikan segala sesuatu
yang telah kuambil darimu saudaraku
Sepatah kata maaf tentu tidak akan mampu memberikan hak yang belum kutunaikan
Sepatah kata maaf tentu tidak akan mampu mengobati luka
yang mungkin pernah kutorehkan pada kelembutan jiwamu saudaraku
Tapi izinkanlah aku memintanya darimu saudaraku
Agar lapang hati ini menempuh kehidupan mendatang
Agar ringan kaki ini melangkah ke masa depan
Agar tenang hati ini karena mengetahui bahwa masih ada ruang cinta untukku

Sepatah kata terima kasih tentu tidak akan mampu membalas segenap ketulusan cinta
yang telah kau berikan padaku saudaraku
Sepatah kata terima kasih tentu tidak akan sama nilainya dengan semua hal indah
yang telah kita jalani bersama
Sepatah kata terima kasih tentu tidak sebanding dengan segenap dukungan dan doa darimu saudaraku
yang mengiringi setiap langkahku menapaki beratnya anak-anak tangga kehidupan
Tapi izinkanlah aku mengucapkannya sekali
Sekali lagi…
Sekali lagi…
Sekali lagi…
Dan beribu kali lagi…
Dan hanya Allah saja sebaik-baik pemberi balasan

Saudaraku…
Di penjuru manapun kelak kau akan menyulam dunia
Izinkanlah hari-hari indah canda tawa kita atau sendu derai air mata kita
tetap menjadi mozaik tersendiri dalam setiap jenak hidup kita
Menjadi pengingat bahwa kita pernah berjanji untuk tidak menjadi manusia yang biasa-biasa saja tapi menjadi manusia-manusia luar biasa
Menjadi pengingat bahwa kita memiliki cita-cita besar sepanjang sejarah manusia
Menjadi pengingat bahwa kita pernah berjanji untuk membersamai jalan ini seumur hidup kita

Saudaraku…
Aku hanyalah manusia biasa
Di mana lupa, lalai, lemah dan malas dapat bertumbuh subur di sana
karena kelemahan jiwa
Jika kelak kau temui aku demikian
Tegurlah aku dan ingatkan aku tentang mimpi-mimpi besar kita
Tentang tabiat jalan ini
Tentang keindahan taman-taman surga
Dan rengkuh aku kembali pada kelembutan pangkuan tarbiyah Allah…

Shohwah…
Sebuah pernyataan tekad untuk menegakkan kembali kemuliaan umat
Dan tetaplah menjadi matahari
Yang selalu memberi dan memberi
Kemudian biarkanlah “tangan-tangan” Allah yang bekerja menyelesaikannya…

Semoga Allah berkenan mempertemukan kita lagi kelak
dalam keadaan yang jauh lebih baik
di surga-Nya…Amin


*Kupersembahkan untuk ‘Shohwah 12/06-07’ dan ibunda tercinta.
Akan selalu ada tempat istimewa di hati ini untukmu ‘Shohwah’….
 

September 13, 2007

Duka

Filed under: Uncategorized

Lagi…

Kemiskinan dan ketidakadilan telah merenggut satu lagi jiwa tunas bangsa ini…






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham