Apa perasaanmu membaca SMS-SMS berikut ini…
"Ku harap Allah akan memegangmu erat, malaikat-malaikat menjaga ketat. Tidak hanya membuatmu baik-baik saja, tapi supaya mendapatkan yang TERBAIK dalam hidup!"
"Jangan pernah berhenti membenahi diri, karena sejarah tak pernah menunggu kesiapan kita…dan jangan lelah untuk beramal, karena kita tidak tahu amal mana yang akan mengantarkan kita ke surga-Nya."
"Tetap semangat ya. Insya Allah tidak ada yang tersia tatkala tetap meluruskan niat kita. Kesuksesan hidup tidak ditentukan lulus sekarang atau tidak. Senantiasa bersama Allah itulah sukses sebenarnya."
"Tetap ikhlas menerima segala hasil yang telah dicapai. Bila belum berhasil, jangan menyalahkan nasib. Pelajari lagi, pasti ada hal yang masih kurang dan belum dilakukan."
"Biarkan hari-hari berbuat apa yang ia mau…tenangkan diri saat menghadapi masalah. Jadilah manusia yang kuat menghadapi hidup…syukur dan sabar adalah kekuatan jiwa Insya Allah…"
"Sesungguhnya Allah menjadikan ruh dan kegembiraan pada ridha dan yakin. Dan menjadikan kekhawatiran dan kesedihan dalam keragu-raguan dan kemarahan. Keyakinan akan membawa seseorang untuk terus berjuang!"
Jika SMS-SMS tersebut dibaca di saat sedang bahagia, mungkin tidak terlalu terasa "getaran"nya. Tapi, coba bayangkan jika SMS-SMS tersebut dibaca ketika kepala sedang pening karena masalah, dan hati sesak karena merasakan banyak kegagalan. Rasanya sejuk bukan…
Yang lebih menyejukkan lagi adalah ketika ternyata SMS-SMS tersebut sampai pada handphone kita tanpa terduga. Subhanallah…cinta Allah selalu ada kapan saja, tetapi kita hampir selalu lupa bahwa ada yang selalu mencintai kita.
Aku merasa…ada banyak cinta hari ini…